Jakarta - PT Bank Sulawesi Utara (Sulut) menyatakan kesiapannya memasuki lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2012 mendatang. "Sebelum menuju IPO (initial public offering) , kami secara bertahap sudah menerbitkan obligasi tahun lalu. Responnya cukup bagus. Jadi kami optimis untuk IPO tahun depan," kata Direktur Utama PT Bank Sulut Jeffrey Wurangian dalam Investor Daily Forum bertopik "Saatnya Bank BPD Go Public" di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (7/6).
Diutarakannya, April tahun lalu Bank Sulut telah menerbitkan obligasi Bank Sulut IV tahun 2010 senilai Rp 450 miliar dan Obligasi Subordinasi Bank Sulut I tahun 2010 senilai Rp 50 miliar.
Menurutnya, langkah IPO ini terkait keinginan BPD untuk mengungguli bank asing yang berada di daerahnya yang notabenenya dapat membangun daerah tersebut. Optimisme IPO di tahun depan, juga dilatarbelakangi oleh penerbitan empat subordinasi yang berhasil mendapatkan apresiasi luar biasa dari investor. "Namun, kami berharap pemegang saham Bank Sulut, Pemda dan dewan dapat mengapresiasi rencana IPO ini," ungkap Jeffrey.
Baru-baru ini, Bank Sulut sudah membuka cabang sebanyak empat unit, salah satunya terdapat di Jakarta.(pembaruan)
Penandatanganan perjanjian kerjasama antara PT. TASPEN (Persero) dengan PT. Bank Sulut tentang pembayaran THT, THT Multiguna dan Pensiun Melalui Rekening Bank
Manado - Distribution of business credit (KUR) by the Bank of North Sulawesi (BS) until the end of December 2010 reached USD 31.6 billion, or about 126 percent of the total target set by BS
Manado - Implementation of the Disaster Relief ASEAN Regional Forum (ARF DiREx) In Manado came a success with the full involvement of local governments, communities, and all participants reached 4289 people from 25 countries. It
Bank Sulut membuka Kantor Cabang Pembantu yang baru di Kota Molibagu Bolaang Mongondow Selatan
More precisely, for almost 50 years Bank Sulut Founded, through 37 branch offices in two provinces, North Sulawesi and Gorontalo was only able to accumulate public funds amounting to Rp 2.3 trillion. Meanwhile,