MOLIBAGU, 21 MEI 2026 – Dalam upaya masif meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan nasional, Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) resmi digelar hari ini, Kamis (21/5), bertempat di Aula Kantor Kecamatan Molibagu, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Kegiatan edukasi langsung ini menyasar sedikitnya 100 peserta yang terdiri dari kelompok petani, nelayan, serta pelaku UMKM lokal.
Hadir langsung dalam agenda strategis ini Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo, Bapak Robert Sianipar; Bupati Bolaang Mongondow Selatan, Bapak H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si.; Direktur Operasional Bank SulutGo (BSG), Ibu Louisa Parengkuan; Sekretaris Daerah (Sekda) Bolsel, Bapak Marzansius Arfan Ohy, SSTP., M.A.P.; serta perwakilan dari PT Pegadaian, Bapak Jackson Akay.
Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Bolsel, H. Iskandar Kamaru. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dipilihnya wilayah Bolsel, khususnya Molibagu, sebagai tempat pelaksanaan GENCARKAN bulan Mei ini. Ia menekankan pentingnya bagi para petani dan nelayan untuk memahami manajemen keuangan modern agar hasil produktivitas sektor pangan daerah dapat dikelola secara produktif dan aman dari berbagai modus penipuan berbasis digital.
Sesi inti kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi literasi keuangan yang dibawakan langsung oleh Kepala OJK SulutGo, Bapak Robert Sianipar. Dalam arahannya, Robert mengupas tuntas mengenai strategi cerdas keuangan, pengenalan produk keuangan legal, serta kewaspadaan mutlak terhadap ancaman investasi bodong, judi online, dan pinjaman online (pinjol) ilegal yang kerap menyasar masyarakat di daerah operasional pesisir dan pertanian.
Acara dilanjutkan dengan materi Cerdas Keuangan oleh Ibu Eunike Gratia Marentek dari OJK, dan Sosialisasi Literasi dan Inklusi oleh Bank SulutGo dan Pegadaian
Melalui sinergi tanpa sekat antara OJK, Pemkab Bolsel, BSG, dan Pegadaian ini, diharapkan masyarakat Molibagu dapat menjadi pelopor masyarakat cerdas keuangan yang mandiri secara finansial demi menopang akselerasi ekonomi daerah menuju Indonesia Emas 2045.