Berita dan Informasi

Perkuat Akurasi Data Ekonomi, BI Sulut Gelar Temu Responden 2026 di Kotamobagu

Perkuat Akurasi Data Ekonomi, BI Sulut Gelar Temu Responden 2026 di Kotamobagu

KOTAMOBAGU, 26 OKTOBER 2026 – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Utara menggelar kegiatan Temu Responden Bank Indonesia Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Jalan Siliwangi, Poyowa Besar, Kota Kotamobagu, pada Senin (26/10/2026).

Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi sekaligus wadah penguatan sinergi antara Bank Indonesia dengan para mitra pelaku usaha yang selama ini menjadi responden aktif dalam penyedia data survei ekonomi daerah.

Kegiatan dibuka resmi melalui sambutan Asisten Direktur KPw BI Provinsi Sulawesi Utara, Sigit Setiawan, yang hadir mewakili Deputi Kepala BI. Dalam arahannya, Sigit menekankan pentingnya peran responden dalam menyalurkan informasi ekonomi yang akurat, terpercaya, dan tepat waktu guna mendukung pengambilan keputusan serta perumusan kebijakan moneter yang efektif.

Pada agenda inti, Bpk. James Watung tampil sebagai pembawa materi mewakili Bank SulutGo. Pemaparan difokuskan pada Kredit Bohusami dan produk layanan tabungan yang ada di Bank SulutGo memperhatikan dinamika perekonomian terkini serta peran strategis data survei dalam membaca arah perkembangan ekonomi di kawasan Sulawesi Utara, khususnya Kota Kotamobagu dan sekitarnya.

Forum ini dihadiri oleh jajaran perbankan terkemuka, di antaranya Bank SulutGo, BNI, dan BRI. Perwakilan dari Bank SulutGo yang turut hadir langsung dalam kegiatan ini adalah Pimpinan Divisi OL, Nasrudin Herlambang.

Meskipun kegiatan kali ini berfokus khusus pada interaksi internal antara otoritas moneter, industri perbankan, dan para responden tanpa melibatkan perwakilan pemerintah daerah, diskusi berlangsung hangat dan produktif. Melalui agenda Temu Responden 2026 ini, Bank Indonesia berharap koordinasi dan komunikasi dua arah dengan para pelaku usaha terus terjalin erat demi menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.