Lokasi & Jaringan
Cabang Jakarta
Cabang Jakarta

Alamat Menara Ravindo Lt. Ground Floor
Jl. Kebon Sirih No. 75 Jakarta Pusat 10340
Telp 021-3101280, 3101281
Fax.

021-3101282

Alamat Email -
Cabang Pembantu 1. Kelapa Gading
Jl. Boulevard Raya Blok T4 2/19
2. Cempaka Putih
Jl. Cempaka Putih Raya No. 120
3. Mangga Dua
Jl. Mangga Dua Raya Blok C6 No.7 Ruko Tekstil
Potensi Daerah www.jakarta.go.id
PANDANGAN UMUM 
Jakarta merupakan Ibukota Republik Indonesia, sebuah negara kepulauan dengan sekitar 13.000 pulau dan penduduk lebih dari 200 juta jiwa. Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki kebhinekaan dalam suku bangsa, bahasa, budaya, serta adat dan agama. Kebhinekaan tersebut tercermin pula di ibukota negara, Jakarta. Jakarta- yang dewasa ini berpenduduk hampir sepuluh juta jiwa - merupakan salah satu kota di Asia yang paling sering 
dibicarakan dengan berbagai alasan yang wajar.

SARANA DAN PRASARANA 
Kota Jakarta memiliki sarana dan prasarana perhubungan darat, kereta api dan laut. Disamping itu juga tersedia sarana dan prasarana lainnya seperti listrik, telekomunikasi dan air bersih 

IDENTIFIKASI BIDANG USAHA POTENSIAL

•Sektor Industri 
Perkembangan industri di Jakarta sebelum krisis (1997) relatif maju pesat, baik industri besar, sedang, kecil, dan rumah tangga yang meliputi semua jenis industri, seperti industri makanan, minuman dan tembakau, industri tekstil, pakaian jadi dan kulit, industri kayu, kertas, percetakah dan penerbitan, industri kimia dan barang-barang dari kimia, industri bahan galian bukan logam, industri logam, mesin dan peralatan lain, serta berbagai jenis indutri rumah tangga dan kerajinan. Selain itu, industri jasa, seperti properti, perbankan, asuransi, dan telkom juga berkembang.Penurunan jumlah industri di DKI Jakarta pascakrisis moneter yang dilanjutkan dengan krisis ekonomi mencapai sekitar 10,27%, yaitu dari 2.630 unit (1997) menjadi 2.385 unit (1998). Penurunan jumlah industri besar dan sedang itu mengakibatkan ratusan ribu orang tenaga kerja terpaksa dipulangkan atau di-PHK. Jumlahnya mencapai sekitar 12,32%, yakni dari total 447.107 orang menjadi 390.050 orang.

•Sektor Perikanan 
Pembangunan perikanan dalam PELITA IV ini sebagai kelanjutan dari PELITA III tetap diarahkan pada peningkatan kontribusi sub - sektor perikanan dalam penanggulangan berbagai permasalahan nasional antara lain peningkatan pendapatan masyarakat, swasembada pangan, peningkatan devisa dan penciptaan lapangan kerja yang produktif. Dengan dasar tersebut maka tujuan pembangunan perikanan dalam PELITA IV ini adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan pendapatan nelayan dan petani ikan. 
2. Meningkatkan produksi dan produktivitas usaha nelayan dan petani ikan dengan jalan mengembangkan agribisnis. 
3. Meningkatkan konsumsi ikan menuju swasembada pangan protein dengan jalan memasyarakatkan makan ikan. 
4. Meningkatkan ekspor dan mengurangi impor hasil perikanan. 
5. Meningkatkan pembinaan sumber melalui pengendalian dan pengawasan perikanan. 
6. Memperluas kesempatan kerja yang produktif.

Untuk mencapai sasaran dalam pembangunan perikanan, pengembangan budidaya laut sebagai salah satu usaha dibidang perikanan akan mempunyai prospek yang baik dimasa mendatang. Agar pengembangan tersebut dapat menyebar dan juga lebih dikenal oleh masyarakat (terutama nelayan dan petani ikan), maka telah dikeluarkan KEPPRES No. 23 tahun 1982 yang dalam pelaksanaannya lebih lanjut tertuang dalam SK. Menteri Pertanian No.: 473/Kpts/ Um/7/1982 tertanggal 8 Juli 1982. Sebagai tindak lanjutnya Direktur Jenderal Perikanan telah membuat Surat Edaran No: IK-210/D4.5055/82 kepada Dinas Perikanan yang disertai dengan buku Petunjuk Teknis tentang teknik-teknik budidaya laut.

BIDANG USAHA UNGGGULAN LAYAK DIKEMBANGKAN

•Pengelolahan Minyak Goreng Dan Oleokimia 
Pengolahan minyak goreng dan oleokimia dipilih sebagai bidang usaha yang layak dikembangkan karena di wilayah Kabupaten Asahan terdapat banyak kebun dan pabrik pengolahan kelapa sawit. Hasil CPO dari pabrik pengolahan yang tentu saja tidak semuanya diekspor, oleh sebab itu pengolahan lanjutan merupakan akternatif yang dianggap tepat karena akan memberikan nilai tambah bagi produk tersebut 

•Pengusaha Udang Dan Produksi Bibit Udang (HATCHERY) 
Tambak udang merupakan suatu usaha yang memiliki keunikan tersendiri, sehingga memerlukan suatu sentuhan dan manajemen khusus. Modal yang besar dengan resiko yang juga sangat besar sebanding dengan nilai ekonomi yang dapat dihasilkan. Pengembangan udang windu jenis tiger merupakan suatu pilihan yang tepat bagi daerah pesisir Asahan. Kesulitan para pengusaha tambak udang di Daerah Asahan salah satunya adalah ketersediaan bibit dalam jumlah yang cukup dan harga terjangkau. Kebutuhan bibit udang ini merupakan suatu peluang yang sangat baik. Ketergantungan akan bibit udang dari daerah lkain akan teratasi dengan pengembangan hatchery di Asahan. 

•Pengusaha Ikan Kerapu
Ikan kerapu adalah ikan yang harus dibudidayakan dengan syarat tertentu, terutama kedalaman dan keadaan airnya. Artinya tidak setiap daerah sesuai untuk budidaya ikan kerapu. Pangsa pasar ikan kerapu memiliki segmen pasar tersendiri, terutama ekspor. Pengembangan ikan kerapu akan menambah tingkat kesejahteraan bagi nelayan ikan kerapu dan keluarganya. 

•Produksi Jagung 
Tanaman jagung merupakan komoditi yang potensial bagi daerah Asahan. Wilayah lahan kering yang luas dengan kesuburan yang baik akan dapat menunjang produksi jagung dengan mutu yang baik.


Kantor Cabang Cabang Jakarta,
Kantor Cabang Pembantu KCP Cempaka Putih,
Kantor Kas

Tidak ada Kantor Kas


Payment Point

Tidak ada Payment Point


Jaringan ATM ATM KC Jakarta Menara Ravindo, ATM Kelapa Gading, ATM Cempaka Putih,




Kurs e-Rate
21 Oct 2020 - 16:53 WIB
Mata Uang Beli Jual
USD 14.175,00 14.245,00
AUD 10.137,00 10.192,00
CAD 10.673,00 10.741,00
CHF 14.237,00 14.323,00
NZD 9.522,00 9.588,00
DKK 2.110,00 2.219,00
Suku Bunga Dasar Kredit
Tanggal 30 September 2020
(%/Tahun)
Kredit Korporasi 11.01 %
Kredit Ritel 11.31 %
Kredit Mikro 11.31 %
Kredit Konsumsi
KPR 11.01 %
Non KPR 11.31 %